Tampilkan postingan dengan label Tawassul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tawassul. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Oktober 2011

Tawassul Dalam Perspektif Hadits

Tawassul adalah berdoa dengan perantara, sedari dulu ulama dipenjuru dunia memperbolehkan dan mengamalkan tawassul baik dengan amal sholih, ataupun dengan pribadi dan kedudukan nabi Muhammad SAW serta para auliya’. Hanya saja semenjak datangnya gelombang pembaharuan yang dihembuskan oleh Muhammad Bin Abdul wahhab, maka terjadi goncangan ditubuh umat Islam. Mereka yang mengamalkan tawassul kepada Nabi dan para wali dicap sebagai biang Bid’ah dan Syirik. Bukan cuma itu, sejumlah auliya’ Alloh dihujat habis-habisan mulai dari Syaikh Ahmad Badawi sampai para wali songodi tanah jawa.


Sebenarnya Allah Swt memerintahkan kepada kita untuk mengambil perantara antara kita dengan Allah. ( Lihat QS. Al Maidah : 35 di atas ) .

Minggu, 16 Oktober 2011

Memohon Pertolongan (Memahami Wasilah kepada Allah SWT)

Tanya Jawab Seputar Aqidah, bersama Habib Al-'Allamah Al-Habib Zain bin Ibrahim bin Sumaith

MEMOHON PERTOLONGAN (Memahami Wasilah kepada Allah SWT)

Apakah pengertian "memohon pertolongan"?

Memohon pertolongan adalah per­mohonan seorang hamba pada perto­longan dan bantuan dari pihak yang da­pat menolong dan membantunya di saat adanya kesulitan atau semacamnya.

Apakah boleh memohon pertolong­an kepada selain Allah?

Boleh. Memohon pertolongan ke­pada selain Allah SWT diperbolehkan dengan maksud bahwa makhluk yang dimintai pertolongan hanyalah sebab dan perantara. Sesungguhnya pertolong­an itu dari Allah SWT dan itu tidak me­nafikan bahwa Allah SWT menetapkan adanya sebab-sebab dan perantara-pe- rantara yang disediakan-Nya bagi per­tolongan tersebut.

Sabtu, 15 Oktober 2011

Hukum Mengusap Dan Mencium Kuburan

Dalilnya karena tidak ada larangan syariah dalam hal ini. Ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits juga tidak ada yang mengharamkan. Diriwayatkan sesungguhnya Bilal -radliyallahu anhu- ketika berziarah ke makam Rasulullah -shallallahu alayhi wa sallam- menangis dan mengosok-gosokkan kedua pipinya di atas makam Rasulullah -shallallahu alayhi wa sallam- yang mulia. Diriwayatkan pula bahwa Abdullah bin Umar -radhiyallahu anhuma- meletakkan tangan kanannya di atas makam Rasulullah -shallallahu alayhi wa sallam-. Keterangan ini dijelaskan oleh Al-Khathib Ibnu Jumlah (lihat kitab Wafa’ul wafa’, karya As-Samhudi, Juz 4 hlm. 1405 dan 1409).

Jumat, 14 Oktober 2011

Tawassul Dengan Kubur Nabi Muhammad SAW

Imam Al-Darimy menyatakan dalam kitabnya Al-Sunan (pada bab Penghormatan Allah SWT kepada Nabi Muhammad setelah wafat): "Diceritakan dari Abu Nu'man, dari Sa'id Ibn Zaid, dari 'Amr lbn Malik Al-Bakari, dari Abu Al-Jauza' Aus Ibn Abdillah, ia berkata, "Pada suatu ketika, penduduk Madinah ditimpa kemarau panjang yang mencekik, sehingga mereka mengadu kepada Aisyah ra". Aisyah berkata: "Lihatlah kubur Nabi dan buatlah sebuah lubang yang tembus ke langit di atasnya, sehingga tidak ada atap antaranya dengan langit itu." Lantas ~ demikian menurut para perawi hadits — merekapun melakukan saran Aisyah ra, dan lak lama kemudian hujan lurun dengan lebat; sehingga rerumputan tumbuh dengan seketika, dan onta menjadi gemuk (bahkan sampai pecah-pecah lantaran kelewat gemuk). Sehingga tahun itu kemudian disebut sebagai 'Am Al-Fatq (tahun pecah-pecah).

(Sunan Darimy, jilid 1, halaman 43)